Liputan6.com, Jakarta – Meski mengaku sudah melakukan pengujian mesin 1000cc turbo untuk di jalan Indonesia, Daihatsu menegaskan pihaknya masih belum memiliki minat untuk menyematkannya pada mobil LCGC andalannya, Ayla.

“Kita lagi studi. Tim RnD (research and development) itu lagi studi. Kita lihat pasarnya yang sudah dimulai pabrikan otomotif lain. Kita lihat laku apa enggak. Kalau kecenderungan orang terima dengan harga jual segitu, pasti ada bedanya turbo dengan yang enggak,” kata Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor.

Wanita yang akrab disapa Amel itu juga menegaskan, apabila komponen mesin masih harus ekspor dari Jepang, harga yang ditawarkan pasti tak lagi masuk dalam segmen LCGC.

“Kalau dibuat sendiri, satu-satuan begitu, mahal. Enggak bisa menjadi LCGC. Mesti dibuat di sini kalau di Jepang mahal. Jadi memang harus di sini agar terjangkau,” ujarnya.

Saat disinggung apakah mesin turbo memiliki akan diproduksi di Indonesia agar mendapatkan harga lebih terjangkau, Amel mengaku semuanya kembali lagi pada minat pasar atau volume penjualan.

“Kalau mengambil dari sana kayaknya enggak bisa. Jadi Daihatsu Ayla Turbo saya rasa enggak. Tergantung volumenya, karena investasinya tinggi. Sekali bikin itu paling tidak Rp2 triliun,” ungkapnya.

Call Now
Whatsapp